Silaturahmi bukan sekadar ajang temu kangen. Lebih dari itu, silaturahmi adalah ruang untuk memperkuat nilai, memperbarui niat, dan menyatukan langkah. Semangat inilah yang terasa kuat dalam acara Silaturahmi Alumni Alhuda Angkatan 2021 yang digelar pada Ahad tanggal 8 Februari 2026, bertempat di Kedai Amat Senang, sebuah kedai yang hangat dan penuh makna karena dimiliki oleh Teh Mila Mulyanti, alumni Alhuda angkatan 2021.
Acara ini merupakan agenda rutin tahunan alumni Alhuda angkatan 2021 yang terus dijaga konsistensinya. Setiap tahun, para alumni berupaya meluangkan waktu untuk kembali berkumpul, melepas rindu, sekaligus mempererat ukhuwah yang telah terjalin sejak masa menimba ilmu bersama. Tahun ini, suasana terasa semakin spesial karena lokasi acara menjadi simbol kemandirian dan keberdayaan alumni yang kini mulai berkiprah di berbagai bidang.
Sejak awal acara, suasana kekeluargaan begitu terasa. Para alumni datang dengan wajah cerah, sapaan hangat, dan obrolan yang mengalir tanpa jarak. Tidak sedikit yang bernostalgia mengenang masa-masa belajar, perjuangan bersama, hingga cerita perjalanan hidup setelah lulus. Kedai Amat Senang seolah menjadi saksi bahwa kebersamaan yang terbangun di Alhuda tidak luntur oleh waktu.
Dalam sambutannya, perwakilan alumni menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi ini bukan hanya agenda formal, tetapi menjadi ruang refleksi bersama. Alumni diharapkan tidak hanya sukses secara personal, namun juga mampu membawa nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat. “Alumni Alhuda harus hadir sebagai pribadi yang memberi manfaat,” menjadi pesan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh Ust. Ayi Rudiana, M.Pd., yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Alhuda. Dalam tausiyahnya, Ust. Ayi mengangkat tema penting dan relevan, yakni “Bagaimana Cara Mengemban Amanah yang Telah Allah Berikan kepada Kita.” Tema ini dinilai sangat kontekstual dengan kondisi para alumni yang kini telah memasuki fase kehidupan dengan tanggung jawab yang semakin besar.
Ust. Ayi menegaskan bahwa setiap manusia pada hakikatnya adalah pemegang amanah. Amanah tersebut tidak datang tanpa makna, melainkan sebagai bentuk kepercayaan dari Allah SWT yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. “Amanah itu bukan hanya jabatan atau posisi, tapi melekat dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya di hadapan para alumni.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa amanah pertama adalah amanah terhadap diri sendiri. Menjaga diri dari hal-hal yang merusak iman, akhlak, dan masa depan merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, seseorang tidak akan mampu menjaga amanah yang lebih besar jika amanah terhadap dirinya sendiri diabaikan. Disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab menjadi kunci utama dalam menjaga amanah diri.
Amanah kedua yang disoroti adalah amanah terhadap anak. Ust. Ayi menekankan bahwa anak bukan sekadar titipan, melainkan amanah besar yang membutuhkan perhatian, pendidikan, dan keteladanan. Orang tua, khususnya para alumni yang telah berkeluarga, diingatkan untuk tidak hanya fokus pada pemenuhan materi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai spiritual anak-anak mereka.
“Apa yang anak lihat, itu yang akan mereka tiru. Maka amanah kita adalah menjadi contoh, bukan hanya pemberi perintah,” tegasnya. Pesan ini disambut dengan anggukan dan refleksi mendalam dari para peserta yang hadir.
Selanjutnya, Ust. Ayi juga mengulas tentang amanah terhadap istri. Dalam pandangannya, istri bukan hanya pasangan hidup, tetapi juga amanah yang harus dijaga dengan sikap saling menghormati, melindungi, dan mendampingi. Keharmonisan rumah tangga, menurutnya, lahir dari kesadaran akan tanggung jawab masing-masing, bukan dari tuntutan sepihak.
Tausiyah tersebut disampaikan dengan bahasa yang ringan namun sarat makna, membuat para alumni larut dalam suasana penuh perenungan. Tidak sedikit peserta yang mengaku mendapatkan perspektif baru tentang makna amanah dalam kehidupan sehari-hari.
Selain sesi tausiyah, acara silaturahmi ini juga menjadi momentum penting dengan dilaksanakannya pemilihan Ketua Angkatan Alumni Alhuda 2021. Proses pemilihan berlangsung secara musyawarah dan penuh kekeluargaan, mencerminkan nilai-nilai kebersamaan yang dijunjung tinggi oleh para alumni.
Hasil musyawarah menetapkan Ust. Ayi Rudiana, M.Pd. sebagai Ketua Alumni Alhuda Angkatan 2021, dengan Rika dipercaya sebagai Sekretaris. Penetapan ini disambut dengan tepuk tangan dan harapan besar agar kepengurusan yang baru mampu membawa alumni angkatan 2021 semakin solid, aktif, dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Acara silaturahmi ini ditutup dengan doa dan sesi foto sebagai simbol kebersamaan. Canda tawa kembali mengisi ruangan, menandai bahwa ikatan alumni Alhuda angkatan 2021 tetap kuat dan relevan, meski waktu terus berjalan.
Melalui kegiatan ini, Alumni Alhuda Angkatan 2021 membuktikan bahwa silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi kebutuhan. Sebuah ruang untuk saling menguatkan, mengingatkan, dan meneguhkan amanah sebagai hamba Allah dan bagian dari masyarakat.
Singkatnya: kumpulnya dapet, ilmunya dapet, hatinya juga keisi. Ini bukan cuma reuni, tapi recharge iman dan komitmen hidup.

0 Komentar