ZACKY BIRD FARM: Saat Hobi Jadi Misi Hidup Ahmad Rozaki

Zacky Bird Farm

Di sebuah sudut kampung yang tenang di wilayah Banjaran, tepatnya di Kp. Girang, Desa Ciapus, berdiri sebuah usaha yang namanya mulai dikenal para pecinta burung perkutut di berbagai daerah. Usaha itu bernama ZACKY BIRD FARM, peternakan burung perkutut Bangkok milik Ahmad Rozaki. Bagi sebagian orang, beternak burung mungkin sekadar hobi. Namun bagi Ahmad Rozaki, ini adalah panggilan hati sekaligus misi pelestarian.

ZACKY BIRD FARM resmi berdiri pada 17 November 2017. Tanggal itu bukan sekadar penanda dimulainya usaha, melainkan tonggak komitmen seorang Ahmad Rozaki untuk ikut menjaga eksistensi burung perkutut Bangkok di tengah perubahan zaman. Di saat banyak orang beralih ke bisnis yang dianggap lebih “modern”, Ahmad justru memilih jalur yang lebih sunyi—jalur pelestarian.

Menurut Ahmad, alasannya sederhana namun kuat: ingin melestarikan burung perkutut Bangkok. Burung ini dikenal dengan suara dan irama yang merdu, memiliki karakter khas yang menenangkan hati. Di kalangan penghobi, perkutut bukan hanya hewan peliharaan, tetapi juga simbol ketenangan, kesabaran, bahkan prestise. Ahmad melihat bahwa tanpa upaya budidaya yang serius dan terarah, kualitas perkutut unggulan bisa semakin sulit ditemukan. Dari situlah lahir tekadnya untuk membangun peternakan sendiri.

Memulai usaha tentu bukan perkara mudah. Ahmad Rozaki memulai dari skala yang terbatas, dengan jumlah kandang yang belum sebanyak sekarang. Ia belajar secara otodidak sekaligus dari komunitas pecinta perkutut. Ia mendalami teknik perawatan, pemilihan indukan, pola pakan, hingga cara menjaga kesehatan burung agar tetap prima. Ketelatenan menjadi kunci. Dalam dunia perkutut, kualitas suara dan irama tidak bisa dihasilkan secara instan. Butuh proses, seleksi, dan konsistensi.

Kini, ZACKY BIRD FARM telah berkembang dengan kapasitas produksi mencapai 50 kandang. Jumlah ini menunjukkan keseriusan dan keberlanjutan usaha yang dirintisnya hampir satu dekade lalu. Setiap kandang dirawat dengan standar yang sama: kebersihan terjaga, pakan berkualitas, serta pengawasan rutin terhadap kondisi burung. Ahmad percaya, kualitas suara yang merdu tidak hanya berasal dari faktor genetik, tetapi juga dari lingkungan dan pola perawatan.

Keunggulan utama burung perkutut Bangkok dari ZACKY BIRD FARM terletak pada suara dan iramanya yang merdu. Irama yang stabil dan bersih menjadi daya tarik utama bagi para penghobi. Selain itu, Ahmad juga menekankan bahwa perkutut termasuk burung yang relatif mudah dirawat dan dibudidayakan. Dengan pemahaman yang tepat, siapa pun sebenarnya bisa memelihara perkutut. Namun untuk menghasilkan kualitas unggul, diperlukan disiplin dan kesabaran—dua hal yang menjadi karakter Ahmad dalam menjalankan usahanya.

Legalitas usaha pun tidak diabaikan. ZACKY BIRD FARM telah terdaftar di P3SI dengan nomor register 3824/P3SI/2020. Keanggotaan ini menjadi bukti bahwa usaha Ahmad berjalan secara resmi dan diakui dalam komunitas perkutut nasional. Bagi konsumen, hal ini tentu memberikan rasa aman dan kepercayaan lebih. Ahmad memahami bahwa dalam bisnis, reputasi adalah aset jangka panjang.

Wilayah pemasaran ZACKY BIRD FARM tidak terbatas pada Bandung atau Jawa Barat saja. Burung-burung hasil ternak Ahmad telah menjangkau berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dengan memanfaatkan media sosial, khususnya Facebook, Ahmad memperluas jaringan pasarnya. Melalui akun pribadinya, ia mempromosikan hasil ternak, berbagi informasi, sekaligus menjalin komunikasi dengan calon pembeli. Di era digital, pendekatan ini terbukti efektif untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus membuka toko fisik di banyak tempat.

Moto usaha yang dipegang Ahmad sederhana namun penuh makna: “3 L – Laku, Laris, Lancar.” Bagi sebagian orang, ini mungkin terdengar seperti harapan umum dalam berdagang. Namun bagi Ahmad, 3L adalah doa sekaligus prinsip kerja. “Laku” berarti produk yang ditawarkan benar-benar diminati karena kualitasnya. “Laris” berarti kepercayaan konsumen terus tumbuh. Dan “Lancar” berarti seluruh proses usaha—dari produksi hingga distribusi—berjalan tanpa hambatan berarti.

Zacky Bird Farm

Di balik kesuksesan ZACKY BIRD FARM, ada sosok Ahmad Rozaki yang konsisten, sabar, dan visioner. Ia tidak sekadar menjual burung, tetapi membangun hubungan dengan para penghobi. Ia terbuka untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, bahkan memberikan panduan dasar perawatan bagi pembeli pemula. Sikap komunikatif ini membuat banyak pelanggan merasa nyaman dan akhirnya menjadi pelanggan tetap.

Berlokasi di Kp. Girang, Desa Ciapus, RT 04 RW 15 No. 143, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, usaha ini menjadi salah satu contoh bahwa potensi desa dapat berkembang jika dikelola dengan kesungguhan. Dari lingkungan yang sederhana, Ahmad mampu menembus pasar nasional. Hal ini membuktikan bahwa skala lokasi bukanlah penghalang selama ada kualitas dan komitmen.

Ke depan, Ahmad Rozaki memiliki harapan besar agar perkutut Bangkok semakin diminati generasi muda. Ia ingin mengubah pandangan bahwa beternak burung adalah usaha kuno. Baginya, justru di situlah peluangnya. Di tengah tren bisnis yang cepat berubah, usaha berbasis hobi dan pelestarian memiliki nilai emosional yang kuat. Pasarnya mungkin tidak selalu viral, tetapi stabil dan loyal.

Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh atau tertarik memiliki perkutut Bangkok berkualitas, Ahmad membuka komunikasi melalui WhatsApp di nomor +62 821-1674-1006 atau melalui akun Facebook miliknya. Ia percaya bahwa bisnis yang baik dibangun di atas kejujuran, kualitas, dan pelayanan.

ZACKY BIRD FARM bukan hanya tentang kandang dan burung. Ia adalah cerita tentang konsistensi, kecintaan pada alam, dan keberanian memilih jalan yang berbeda. Di tangan Ahmad Rozaki, perkutut Bangkok bukan sekadar komoditas, melainkan warisan budaya yang terus dijaga agar tetap bersuara merdu dari generasi ke generasi.

0 Komentar